tegursapanews.com - Dinasti Ming: Dalam mengawasi penduduk, Kaisar mengharuskan setiap keluarga di Cina memiliki sertifikat yang memuat rincian anggota keluarga dan pekerjaannya.
Berdasarkan catatan ini, maka siapa saja yang terlibat dalam kegiatan anti pemerintah dan melarikan diri, anggota keluarganya yang berusia 16 tahun kea atas dapat dijadikan jaminan untuk dihukum mati.
Dalam melaksanakan konfusianisme sebagai idiologi negara, pada tahun 1382 M, Zhu Yuanzhang menerapkan doktrin Neo-Konfusian bagi pengangkatan pejabat pemerintahan.
Dia juga mewajibkan golongan minoritas non-Han, terutama nongol dan muslim Hui, mematuhi perintah serta merapkan kebijakan sinisme untuk mengasimilasi mereka menjadi ras Han Cina.
Dampak lain dari Sinisme ini adalah di keluarganya sebuah dekrit pada tahun 1368 M, yang melarang pemakaian busana Asing, bahasa asing, dan nama-nama asing.
Zhu Yuanzhang beranggapan bahwa sejak Dinasti Yuan berkuasa, penguasa-penguasa Yuan telah mengubah semua adat kebiasaan Han Cina dengan tradisi-tradisi asing.
Pada masa itu umat Islam di cina, misalnya, termasuk terbiasa menggunakan pakaian khas atau yang sesuai ajaran Islam (menutup aurat).
Umat Islam juga banyak menggunakan bahasa tertentu dan menyematkan nama-nama muslim.
Di samping larangan-larangan tersebut di atas, pada tahun 1372 M, Zhu pun memberlakukan larangan perkawinan se etnis sebagai bagian dari kebijakan sinisme yang di terapkan Dinasti Ming.
Bersambung.....
Kedinding Lor Surabaya, Kamis 21 - Nopember - 2024
Abdul Chalim CEO tegursapanews.com Sponsorship universal Institute of Professional Management (UIPM)E C O S O C U I P MFor further information call me: 0818 536 867