tegursapanews.com - Mahaguru: Setelah menuntut ilmu di Nahdlatul Wathan, selanjutnya Kiai Wahab muda melanjutkan pendidikannya di pesantren yang diasuh oleh KH. Badung, Penelitian Surabaya.
Di pesantren ini, Kiai Wahab remaja memperdalam nahwu dan shsraf serta bacaan al-Qur'annya.
Dirinya sengaja memperdalam keilmuan ini sebagai bekal melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan bergengsi, yaitu di pondok pesantren Tebuireng yang diasuh oleh KH. M Hasyim Asy'ari.
Tidak ada keterangan jelas berapa lama Kiai Wahab nyantri, namun durasi nyantri saat itu biasanya minimal lima tahun, bahkan lebih.
Tebuireng menjadi jujukan para santri karena pesantren ini menjadi magnet keilmuan di tanah Jawa dan madura.
Meski fasilitas serba terbatas sebagaimana kondisi pesantren pada zaman itu, namun hal ini tidak membuat para santri jera.
Segala keterbatasan tidak bisa dijadikan alasan berhenti belajar.
Faktor kebesaran Tebuireng memang tidak bisa dipisahkan dengan kebesaran pengasuhnya, khususnya sosok KH. M Hasyim Asy'ari.
Tidak diragukan lagi bahwa ia mempunyai wibawa atau haibah serta pengaruh yang besar sekali dikalangan alim ulama, apalagi statusnya sebagai Rois Akbar NU.
Bukan saja di kalangan NU dia memiliki pengaruh, tetapi juga di kalangan golongan Islam lainnya.
Tatkala Majelis Syura Muslimin Indonesia (Masyumi) berdiri, ia didaulat sebagai pimpinan tertinggi.
Bersambung......
Desa Lampung kecamatan Labang (rumah H. Zaenal) dekat Pondok Prof Nasiri Madura. Senen 23 - Desember - 2024
U I P MYayasan Khadijah Surabaya