Notification

×

Iklan

Iklan

Status Nabi Dan Gus Di Nusantara

| Desember 12, 2024 WIB | 0 Views Last Updated 2024-12-13T06:49:16Z



tegursapanews.com - Status: Alkisah setiap kali kita mengawali kuliah tentang sejarah Islamisasi di kampus FDK UINSA Surabaya. Kita sering membuat pertanyaan kepada mahasiswa dalam kalimat "Kenapa Nabi Muhammad Saw lahir di kota Makkah, beliau tidak lahir di kota Solo Jawa Tengah ?


Sesungguhnya pertanyaan tersebut bisa dilontarkan kepada sejumlah nama tokoh Islam yang dipanggil ustaz, seperti Kenapa Gus Miftah membangun Pontren di Yogya, Ust Aagym di Bandung, KH. Zainuddin MZ di Jakarta, Ust Abdul Somad di Pekanbaru Riau, Ust Das'ad Latif di Makassar dan sederet nama yang lainnya, termasuk Gus Baha di Rembang, Gus Iqdam di Blitar ?



Dalam sejarah sosiologi tercatat, bahwa masyarakat Arab di Makkah disebut dengan masyarakat jahiliah ketika Nabi Muhammad Saw dilahirkan ibunya Siti Aminah. Salah satu fakta dari kejahilan masyarakat Arab, yaitu bayi perempuan yang baru lahir langsung dimakamkan orang tuanya, karena anak perempuan tidak bisa diajak perang.


Bagaimana tentang keadaan masyarakat kota di Bandung, Jakarta, Pekanbaru, Yogyakarta, Makassar dan lainnya yang kemudian melahirkan Tokoh Islam yang fenomenal. Warga di sekitarnya dan para wartawan yang bisa menjawab pertanyaan tersebut, karena mereka yang lebih faham keadaan yang sebenarnya.



Kita pernah menyampaikan kepada mahasiswa pada saat itu. Kalau kita ingin melahirkan Tokoh Islam yang fenomenal di kota Pahlawan Surabaya. Harus diwujudkan terlebih dulu kerusakan moral warga kota yang melebihi Jakarta, Bandung dan Yogyakarta, seperti kisah latarbelakang kelahiran Rasul Global di kota Makkah. Wallahu aklam


Jumat, 13 Desember 24 

Sabdasheh


Oleh: Sheh Sulhawi Rubba



Editor: Abdul Chalim

×
Berita Terbaru Update