tegursapanews.com - Pendidik: Tingkat melek informasi dan minat berorganisasi warga Surabaya juga naik.
Hal ini merupakan efek domino dari politik etis yang di terapkan pemerintah Kolonial Hindia Belanda sejak 1901 dan kesadaran bergerak dan menghimpun diri sejak era 1910-an.
Inilah dua periode penting dalam arus sejarah Indonesia yang disebut oleh penulis Jepang, Takashi Siraishi, sebagai "Zaman bergerak".
Dalam masa ini, tingkat aktivitas politik dan kesadaran bergerak rakyat Surabaya meningkatkan.
Berbagai kebijakan pemerintah Kota yang meminggirkan masyarakat kampung mendapatkan reaksi keras: khas arek-arek Suroboyo.
Mereka memprosesnya melalui berbagai surat kabar yang terbit saat itu, misalnya Proeletar dan Soewara Oemoem.
Karena itu kata Purnawan Badundoro, aktivitas politik pada waktu itu tidak hanya diikuti oleh elit setempat, namun diukuti pula oleh rakyat perkampungan.
Pada waktu itu, kegiatan politik yang dilakukan oleh rakyat kampung adalah dalam rangka melawan berbagai kebijakan pemerintah kolonial yang dirasakan merugikan mereka.
Bersambung.....
Pandugo Baru YKP Rungkut Surabaya. Jumat - 31 - Januari - 2025
Abdul Chalim CEO tegursapanews.com Sponsorship universal Institute of Professional Management (UIPM)U I P M