tegursapanews.com - Memo: Beberapa hari yang lalu, kami nonton video rekaman Etnis Keturunan Tionghoa di Indonesia yang menyaksikan suasana buka puasa Ramadan di daratan China, meski statusnya non-muslim.
Dalam video tersebut dikisahkan bahwa dia bersama beberapa orang saudaranya yang sedang menelusuri tanah kelahiran leluhurnya di daratan China. Kita membayangkan, berapa ratus juta rupiah uang yang harus dikeluarkan dari dompet mereka untuk program tersebut.
Alhamdulillah, mereka berhasil bertemu dengan keluarga besar satu tetesan darah di sebuah perkampungan tradisional China atas dasar petunjuk catatan kecil dari leluhurnya yang tersimpan di rumahnya.
Terkait dengan kisah penelusuran anak cucu yang sukses di tanah rantau terhadap kampung tanah kelahiran leluhurnya tersebut dengan berbekalkan catatan dokumentasi pada abad lalu.
Dalam hal ini, kami lalu memprediksi pada abad yang akan datang, ketika ada anak cucu Puyang Marge Gedung Agung Merapi Lahat Sumsel yang sukses di perantauan, seperti Kisah etnis keturunan Tionghoa di Nusantara tersebut.
Dalam bulan yang penuh barokah ini, kami membagikan hadiah yang berwujud Buku setebal 356 halaman edisi revisi yang baru terbit kepada karib kerabat dan sahabat karib termasuk para umara yang disebut Si Pahit Lidah di Istana Negara, di Palembang, di Lahat, di Area Merapi Timur Lahat dan di pelbagai tempat termasuk di Jambi dan di Bandung selain di Jakarta dan Yogyakarta.
Sebuah harapan buku tersebut bisa menjadi kompas bagi anak cucu di perantauan pada abad yang akan datang. Khususnya bagi warga yang ingin menelusuri tanah kelahiran leluhurnya di Dusun Simpang Agung Merapi Timur Lahat Sumsel. Barokallah Amien
Senin, 24 Maret 25
24 Ramadan 1446 H
Sabdasheh